Oleh: Ahmad Shiddiq Rokib*)

“Kiai kerjanya kok cuman ngopi ngrokok-ngopi ngrokok. Kopi dan rokok kan haram !?”.

Begitu kira-kira kritik tajam yang terlontarkan dari seorang kiai berpandangan ekstrim tentang kopi dan rokok terhadap kiai ihsan. Lalu bagaimana reaksi kiai ihsan terhadap kritikan yang ditujukan pada dirinya. Akankah ia marah, beradu argumen dengan seribu dalil atau mengeluarkan celurit untuk berkelahi? Tidak, beliau hanya tersenyum seakan-akan tidak ada beban. Karena melayani hal demikian hanya bisa menimbulkan jidal ( poro padu dalam istilah jawa ). Dan begitu ada ksempatan yang memungkinkan malah beliau menyempatkan untuk menyusun risalah tentang “kopi dan rokok” dengan judul irsyadul Ikhwan fi Bayani Hukmi Qahwati Wa ad-Dukhan, syair-syair yang amat indah tentang kopi dan rokok.
Read more »

Oleh: Abd. Basid*)

Pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) jilid 2 meski sudah memasuki program 100 harinya tidak boleh dan patut lega, karean dalam menyambut 100 hari itu banyak pengunjuk rasa memadati gedung-gedung pemerintahan, baik daerah, kota, maupun pusat. Pengunjuk rasa berasal dari berbagai latar, mahasiswa, buruh, dan lain-lain. Adanya unjuk rasa yang didominasi para mahasiswa itu yang jelas karena ada apa-apa atau masalah yang tentunya perlu untuk dikoreksi dan diselesaikan.

Suara lantang mahaasiswa bisa disatukan bahwa mereka menuntut untuk—kalau diperhalus—membebas tugaskan  pendamping dan mentri keunagannya, Boediono dan Sri Mulyani yang terkena dugaan kasus perampokan Bank Century. Bahkan panah suara lantang juga mengena “jantung” presiden SBY sendiri. Read more »

Oleh: Ihsan Maulana*)

Carilah seorang raja di Madura, sampai tua anda tidak akan pernah menemukannya. Kenapa? Karena dalam khazanah orang Madura tidak mengenal kata Raja, yang ada adalah ratu atau Ratoh. Loh, kok bisa? Ini tidak lepas dari sejarah orang Madura yang dilahirkan dari seorang Putri yang terbuang, Putri itu dibuang ke Madura dalam keadaan bunting dan ayah dari anak yang dikandungnya tidak diketahui siapa. Melihat kenyataan itu, Ayah sang Putri yang juga seorang Raja memerintahkan pada algojonya untuk memenggal leher sang putri karena dianggap membuat malu keluarga kerajaan, konon kerajaan itu adalh kerajaan yang terletak di daerah perbatasan Malang dan Lumajang, ada pula yang menyebut sebagai kerajaan Kedi di daerah Kediri, tapi sang Putri membela diri dengan berkata ”tidak ada seorang laki-laki pun yang membuntingiku dan sebelum ini aku tidak pernah berhubungan dengan seorang laki-laki”, tapi sang Ayah tetap saja tidak bisa menerima penjelasan yang tidak masuk akal itu dan tetap memerintahkan Algojo kerajaan untuk memenggal sang putrid di tengah hutan. Read more »

Oleh : Abd. Ghani*)

Selama beberapa tahun terakhir ini, wajah pendidikan di negara kita masih sangat buram, hal ini terbukti dengan adanya pergantian sistem pendidikan yang terus menerus tidak pernah kelihatan dampak positifnya, sebaliknya anggaranya yang dikeluarkan sudah sangatlah banyak dalam membuat sebuah kebijakan atau peraturan. Tak heran, jika setiap kali pergantian pemerintahan selalu membawa dampak perubahan pada kebijakan pendidikan. Lalu, Apakah hal ini merupakan inkonsistensi kebijakan pemerintah atau dinamisasi tuntutan zaman? Read more »

About Sema Tarbiyah

Senat Mahasiswa fakultas Tarbiyah (SEMA-FT) adalah salah satu elemen yang ada dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Sebagai Lembaga kemahasiswaan Intra kampus, Sema Tarbiyah bersifat kekeluargaan, independen dan demokratis...

Gabung di Situs Ini

Update This Site on FB

Archives

open all | close all

Links

open all | close all

Recent Readers



PHOTOSTREAM

DSC06695DSC06693DSC06642DSC06641DSC06640DSC06639
Web hosting for webmasters